Dicat
warna putih, merah tua, dan biru, gedung futsal komersial ini tidak berbeda
jauh dari gedung-gedung futsal lain yang banyak bertebaran di sekitar kampus
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Di
halaman gedung terdapat tiga kios penjual makanan dan minuman. Para pemilik kios
ini menyewa lahan kepada pengelola gedung futsal. Halaman ini juga berfungsi
sebagai area parkir bagi para pengunjung yang menyewa lapangan futsal.
Di
gedung ini hanya terdapat sebuah lapangan futsal yang disewakan kepada para
pencinta sepakbola mini ini. Biasanya, kata salah seorang penjaga, yang menyewa
lapangan berasal dari kalangan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, anak-anak
sekolah, dan para pemuda di wilayah itu. Untuk satu jam main futsal pada jam
premium, biasanya pada hari libur, mereka membayar Rp120 ribu. Khusus untuk
pelajar, mereka mendapat diskon khusus, cukup membayar Rp60 ribu per jam. Pada
jam-jam biasa, masyarakat bisa menyewa lapangan dengan harga sekitar Rp100
ribu. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, pengelola memberikan jatah
main gratis kepada warga sekitar setiap Jumat malam.
Setiap
bulannya pengelola bisa mendapatkan pemasukan Rp17 juta hingga Rp21 juta. Itu
adalah pendapatan bersih, setelah dipotong biaya operasional.
Di
halaman bagian depan gedung futsal terpampang nama “DD Futsal & Café”. DD
adalah kependekan dari Dompet Dhuafa, badan hukum yang menaungi lembaga wakaf
Tabung Wakaf Indonesia (TWI), yang beralamat di Perkantoran Ciputat Indah
Permai, Ciputat, Tangerang Selatan. TWI membangun gedung futsal ini di atas
tanah wakaf seluas 845 meter persegi yang berlokasi di Jalan Haji Musa, Pondok
Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Biaya pembangunan berasal dari dana wakaf
uang masyarakat. Pembangunan gedung selesai dan mulai beroperasi pada 2012.






